Hubungan antara PsyCap dengan Work Engagement
Keterlibatan
PsyCap dalam
Work Engagement
Seperti
yang kita tahu, bahwa persaingan bisnis di negara Indonesia semakin ketat. Banyak
sekali tantangan yang akan dihadapi oleh para perusahaan. Dan kita juga tahu
bahwa Sumber Daya Manusia berperan penting didalam struktur organisasi. Tanpa
peran ‘manusia’ perusahaan tidak akan beroperasi.
Jika
semua perusahaan pasti memiliki sumber daya manusia (karyawan), lalu apa yang
menjadi faktor pembeda antar perusahaan? Setiap karyawan mempunyai skill dan
keterampilan. Salah satu yang harus
dimiliki oleh setiap karyawan adalah work engagement. Work engagement sendiri
diartikan sebagai sebagai suatu yang positif, keadaan pikiran yang berhubungan dengan
pekerjaan dan pemenuhan diri yang memiliki karakteristik semangat, dedikasi dan
absorbsi (Schaufeli dkk, 2006, h. 195).
Penelitian
– penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia menemukan beberapa bukti bahwa
work engagement mempunyai dampak positif terhadap kinerja karyawan. Jadi
karyawan yang engaged akan bekerja dengan semangat, aktif, dan mereka akan
merasa menjadi bagian dari perusahaan. Mereka mendorong adanya inovasi dan bergerak
maju ke depan bersama organisasi (Truss dkk, 2004 h. 7). Luhrmann (2004, dalam
Lin, 2009, h.1) juga menemukan bahwa tingginya tingkat work engagement juga berhubungan
erat terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasi.

Bakker
(dalam Megani,2012) menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor yang menjadi
penyebab utama employee engagement, yakni:
1. Job Resources
Faktor
ini mengarah pada aspek fisik, sosial dan organisasional dari pekerjaan yang
memungkinkan individu antara lain:
a.
Mengurangi tuntutan pekerjaan dan biaya
psikologis maupun fisiologis yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut
b.
Mencapai target pekerjaan
c.
Menstimulasi pertumbuhan, pembelajaran dan
perkembangan personal
2. Salience of Job Resources
Faktor
ini merujuk pada seberapa penting atau bergunannya sumber daya pekerjaan yang
dimiliki individu
3. Personal Resources
Diartikan
sebagai evaluasi diri positif yang terkait dengan ketahanan mental individu
serta mengacu pula pada perasaan individu terhadap kemampuan dirinya untuk
berhasil dalam mengontrol dan mempengaruhi lingkungannya
*Faktor – faktor diatas merupakan aspek
psikologis yang mempengaruhi work engagement dan sudah dibuktikan oleh
penelitian*
Lalu apa hubungan antara work engagement dengan PsyCap ?
Seperti
yang sudah dibahas didalam blog sebelumnya mengenai PsyCap. PsyCap adalah sebuah
kapasitas psikologis individu yang berkembang dengan karakteristik yaitu
efikasi diri, optimisme, harapan dan resiliensi (yang kita kenal sebagai HERO).
Beberapa
penelitian di Indonesia berhasil membuktikan bahwa HERO mempengaruhi work engagement. HERO itu termasuk aspek psikologis.
Contoh simpelnya seperti ini:
*Optimisme*
Jika seseorang mempunyai rasa yang positif akan kesuksesannya dalam bekerja,
maka mereka (karyawan) ketika dihadapkan pada suatu tugas tidak akan takut
artinya mereka akan bekerja dengan totalitas. Ketika karyawan bekerja dengan
totalitas, artinya mereka merasa terlibat dalam pekerjaan (work engagement).
“Ini
perusahaan saya, maka saya harus mempunyai ikatan yang lebih dalam dengan
perusahaan, bagaimana caranya? Ya saya harus memiliki work engagement”
Bayangkan
jika karyawan tersebut ‘pesimis’. Mereka sudah takut terlebih dahulu sebelum
mencoba tugasnya, artinya secara tidak langsung mereka tidak merasa terlibat
dalam pekerjaannya.
Referensi:
Prihatsanti, U., Mujiasik, E. & Nugroho, D. A. S. (2013). Jurnal Psikologi Undip. Hubungan Antara Psychological Capital Dengan Work Engagement Pada Karyawan Pt. Bank Mega Regional Area Semarang, 12, 2. Doi: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/download/8838/7154
Prihatsanti, U., Mujiasik, E. & Nugroho, D. A. S. (2013). Jurnal Psikologi Undip. Hubungan Antara Psychological Capital Dengan Work Engagement Pada Karyawan Pt. Bank Mega Regional Area Semarang, 12, 2. Doi: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/download/8838/7154
Komentar
Posting Komentar